Monday, August 15, 2011

Bebek Goreng Suryo

Andaii aja sambelnya pedes kayak bebek slamet, pastiiii begor suryo ini jadi bebek paling enak sedunya.

Buka puasa hari ini gw n anak2 ngantor ke Bebek goreng Suryo. Bebek ini letaknya di jl Suryo, jakarta selatan, terusaannya lagi dari Jalan Senopati. Jadi begitu masuk jalan suryo ada disebelah kiri.
Si bebek rameeee bukan main. Kesana makan siang rame apalagi pas buka puasa kayak gini. Makanya gw n anak2 bikin strategi dtg pas ronde ke 2, sekitar jam 7 kurang, pas yg ronde pertama selesai melampiaskan nafsunya (halah!).
Sebenernya gw tadinya ga begitu ngefans sama si suryo ini. Sebabbbb klo bagi orang2 pecinta cabai kayak gw, segala sambel yg diberikan oleh si suryo ini kurang memuaskan. Ngga pedes sama sekali. Tapiiiii bebek gorengnya enak.. Digoreng dgn pas, ga terlalu garing ga terlalu lembek. Passs banget. Dan bumbunya pun rasanya pas. Ga keasinan dan enakkk... Apalagi ada bumbu kuning atau minyak dari bumbu opor yg digoreng yg di balur diatas nasinya. Bikin makan jadi lebih nikmaaaaatttttttt.... Jadi bisa makan pake tangan.. Truss kita aduk2 bumbu kuning supaya merata di nasi (kalau bumbunya kurang bisa pesen lagi, 3ribu ajah), dan langsubg dimakan pake bebek goreng yg masih panas, berminyak dan menggairahkannn.. Slluurrrrppppppppp.....
Mungkin pengaruh lapar jg yg menyebabkan 1 1/2 piring nasi yg berwarna kekuning2an karena tercampur bumbu opor pluss 1 buah paha atas bebek goreng plus tempe goreng, udah soooo heaven for me... Hehehehehe..
Ohiya, selain bebek goreng yg menjadk menu andalannya si suryo, dia jg menyediakan bebek penyet, bebek bakar, bebek krispi dan bebek cobek. Kalau bebek cobek itu adalah sambel yg diulek diatas cobek, trus diatas sambek diletakkan nasi, bebek, teri dan lalapan. Jadi nasinya bisa diaduk2 ama sambel. Rasanya mantaappp, kalau saja sambelnya pedes. Sementara segala jenis bebek lainnya sama seperti bebek2 yg dijual para resto2 itu. Rasanya cukup standar.
Nahhhh bagi yang nggak suka bebek tp tetep kekeuh makan di begor suryo ini, si suryo berbaik hati menyediakan menu selain bebek seperti ayam goreng, sop buntut, soto ayam, kupat tahu dan lainnya. Masih ga doyan? Bisa pesen minum aja ada es teh, es jeruk, es kelapa, jus dan beragam minuman standar lainnya.
Soal ambience ruangan.. Standar lahhh.. Cukup tertata rapi dan bersih, dan bukan merupakan jenis makanan kaki lima. Harga? Bebeknya sekitar 30ribu s.d 45ribu. Total2 tadi kita makan ber delapan habis 376ribu. Standard kannn?
Oh iyaaa.. Lagi ada menu favorit lainnya disini yg bisa lo coba. Belut goreng yg disajikan dengan sambel (jadi kayak belut balado). Naaahhhh belutnya enak dan samberlnya suprisingly paling pedes diantara semua sambel2 pada bebek itu. Walaupun menurut gw masih kurang pedes. Jadi menu belut ini patut juga dicoba saat kalian singgah bertemu dengan si suryo.
Published with Blogger-droid v1.7.4

Thursday, August 4, 2011

Kin No Taki

Gw tadi buka puasa di Kin No Taki yg ada di Plaza Semanggi lantai B1. Sejujur2nya nihh.. Seumur2 gw mengelilingi dan menguasai mal ini, belum pernah sekalipun gw makan di kin no taki ini. Untunglaahh si bli Made n Indah memperkenalkan gw ke sini.. Sesuatu yg baru nihh.. Siiiippppp..
Kesan pertama begitu masum kin no taki ini.. Lumayan menata tempat yg agak sempit menjadi lucu dan ke jepang2an. Gw milih duduk di meja yg khas ga jepang, lesehan gitu. Enak euy..santai.
Okeh.. Skrg ttg menu makanannya..
Over all makanannya mirip di resto2 jepang lainnya. Ada sushi, roll, maki, katsu2 dan bento2, udon dan lainnya.. Yg agak beda, si Kinno ini ada menu veggie nya.. Jadi ada katsu yg cuma berbau daging padahal isinya tepung doang. Boleh juga nih buat diet.
Gw memesan spicy chicken ramen, aneka macam maki dan edamame serta ocha panas. Si indah memesan chicken katsu ramen dan lemon tea dan bli memesan lamb dan chicken (pesanan yg aneh di resto jepang).
Tentang rasa :
Ramennya enak.. Rasanya pedes.. Warnanya merahh, mienya enak, lembut.. Kayak makan indomie mie keriting. Spicynya menyenangkan dan segaaarrr.. Walaupun gw tidak bisa menemukan ayamnya karena dicacah kecil2 dan ketutupan sambel2. Ohiya.. Porsinya sungguh besaaarrrr..
Trus chicken katsu ramennya juga berporsi besar, segar dan enak.. Tapi musti minta ekstra sambel krn ga pedes sama sekali, daannn chicken katsunya meuni leutik.. Kudu nambah..
Segala roll dan sushi dan maki nya lumayan juga, walo mungkin masih dibawah sushi tei dan poke sushi.. Tp porsi per bijinya gede, cukup segar dan enak. Kelemahannya cuma satu. Tidak ada togarashi. Hiiikkssss.. Kan gw kagak suka makan sushi pake yg ijo2 super pedes itu (lupa namanya).
Edamame.. Hmmm.. Gw rasa masih lebih seger yg di sushi tei.. Edamame di si Kinno agak kecil2 dan kurang begitu segar.
Ocha nya.. Mendiiinggg.. Dibandingkan ga enaknya ocha di sushi monster atau sushi jadi2an lainnya. Ocha panas disinj segar.. Hampit menyamai ocha panas di sushi tei..
Trus apa lagi ya.. Kalau lamb nya gw ga nyoba dan ga sempet liat bentuknya krn udh tlanjur langsung dilahap si bli.
Ambience ruangannya oke.. Nyaman untuk tempat ngobrol.. Trus manggil waiter/waitress nya gampang karna ada bell nya.. Truus buku menunya lucu dan pelayanannya cepat..
Suatu tempat yg baru ini cukup menyenangkan buat gw. Klo lagi ke Plaza Semanggi gw mau lagi mampir kesini.
Published with Blogger-droid v1.7.4

Wednesday, August 3, 2011

Sambara

Demi ika natassa itulah maka gw kembali nulis review tempat makan sedunia.
Buka puasa hari ke3 ini gw, neddi, era, refi, rio dan yan mencoba Sajian Sunda SAMBARA yg adanya di Jl. Wolter Monginsidi No. 19.
Ini pertama kalinya gw kesini. Kesan pertama.. Kayak Dapur Sunda euy.. Begitu masuk disambut bahasa sunda entah apa-apa. Suasananya sih lebih rapi, nyaman dan lengang dibanding yg satunya lagi.
Menunya.. Exactly persis kayak Dapur Sunda. Ada nasi songsong, nasi claypot, nasi goreng kampung, nasi tutug oncom, nasi panggang ayam dll. Trus ada ayam bakar, ayam goreng, ikan bakar, gurame goreng tepung, jerohan2, tempe, aneka macam sayur dan sambal. Sangat menyunda.
Buka puasa kali ini kami memesan gurame 2 rasa, ayam bakar cabe ijo, ayam bakar manis pedas, usus sapi goreng, usus ayam goreng yg gariiiinnggg banget, iga bakar, tempe dan tahu goreng.
Over all rasanya sama aja sama di Bumbu desa cuma sambelnya lebih enak di bumbu desa. Lebih pedeeeessssssssss.... Tapiii suasananya lebih menyenangkan dengan rasa yg lebih safe.. Lumayan enak lah
Ohiya.. Rasa tehnya enaaakk bener..
Published with Blogger-droid v1.7.4

Saturday, May 15, 2010

Nostalgia - Rimini Italy part 2

Dubai Airport, transit place yang menyenangkan

Jakarta - Dubai dengan Emirates Airline lumayan menyenangkan. Biasanya Jakarta - Medan dengan pesawat lokal apapun merknya selalu bikin gw kesemutan, kedinginan dan pegal-pegal. Tapi ini tidak dirasakan di Emirates. Mungkin karena tempat duduknya cukup lebar, suhu di pesawat yang pas dan tivi di masing-masing tempat duduk yang membuat penumpang tidak merasakan bosan diperjalanan. 
Sampai di Dubai kalo nggak salah dini hari waktu Dubai. Tentu saja kami tidak keluar ke kota, karena tidak punya visa dan pastinya waktu transit selama 5-6 jam (kalau nggak salah) harus dipakai untuk latihan di airport.
My first impression about the airport.. wwuuuooooowwwwwwww baguuussss... Airportnya rapi, kinclong. Menyenangkan sekali deh. Gw suka desainnya.
 

Selanjutnya.. weleh, jalanannya kok muter-muter. Kami susah sekali menemukan tempat peradabannya (maksudnya tempat perbelanjaan dan makanan-makanan itu). Setelah muter sana, muter sini, ketemu jalan itu lagi, nyasar ke tempat aneh, tanya pak security dan pegel berjalan, akhirnya ketemu juga peradaban itu. Dan.. wuiiiiihhhhh rammeeee... Di jam yang masih sangat dini itu, rasanya cukup aneh buat gw yang melihat suasana seperti di mal ini.

(Ajeng dan Jule @ the gate, semakin ke dalam semakin rame dahsyat)

First stop : ATM.. ha ha.. we live in a modern world lahh, jadi ngga usah pake ke money changer segala, apalagi hanya untuk menukar sebesar Dh100. Tenaaangg, kurs yang dikasih Visa International cukup kompetitif kok. 
Next stop : Burger King..gak tau apa yang mesti dimakan, bertenggerlah kami di sini, memesan paket yang isinya burger segede gambreng, kentang, coke, dan nugget ayam. hampir Dh100 untuk bertiga (don't count, haram menghitungnya dalam IDR). Ngomong-ngomong tentang burger segede gambrengnya itu, yaahhhh setelah gw bandingkan dengan yang di Jakarta, burger king di Jakarta itu cuma setengahnya burger king di Dubai, walaupun harganya memang jauh lebih murah di Jakarta. Apakaahhhh size does matters untuk orang-orang UAE itu?? *jail*. Yang pasti makanan yang kami beli itu bisa buat 2 kali makan untuk ukuran perut kami yang tak seberapa itu.
Kembali ke rombongan dan memulai latihan, kami harus mencari tempat di pojokan yang sepi supaya tidak mengganggu orang-orang yang berlalu lalang dengan suara-suara angel kami. Namun apa daya, suara-suara keren kami memanggil-manggil para pekerja serta pengguna airport yang baru mendarat dan akan terbang untuk menyaksikan kedahsyatan lagu-lagu daerah Indonesia seperti Sigulempong, Burung Nuri, Soleram, Ondel-ondel dan lainnya *berasa artis banget, tapi begitulah adanya*.
Upss.. awas, jangan sampai telat. Next flight to Milan tidak boleh terlewatkan. Tergopoh-gopoh kami menuju gate pesawat yang menuju Milan (plis ya bandara di Dubai ini gede banget, dan gate nya puluhan, jadi pegeeeelll banget dari ujung ke ujung), tapi gw sempatkan juga untuk window shopping melihat gelang-gelang lucu, boneka, tas, kaos, dan parfum di pusat perbelanjaan sambil nge tek dalam hati barang apa saja yang akan dibeli pada saat transit pulang nanti.
Italy... We're comin'....

(Check schedule dan gate supaya tidak nyasar, nyasar=pegel)

Lesson to learn here : Dubai Airport itu sangat ketat ya, jadi sebaiknya tidak membawa minuman ringan, aqua di botol, parfum 100 ml, shampoo, botol sabun di tas, karena akan diamankan petugas. Selain itu supaya tidak terlalu repot ketika melalui x-tray, sebaiknya tidak perlu memakai yang ber metal-metal seperti ikat pinggang, kalung, jam tangan, sepatu yang ada cling-clingnya, karena itu semua harus dilepaskan dan dimasukkan ke x-tray.





 

Friday, May 14, 2010

Nostalgia - Rimini Italy part 1


Tidak menyangka sama sekali kalau gw bakal mendapatkan moment yang tak terlupakan bersama Paduan Suara Agria Swara IPB bulan Oktober 2009 lalu. Big thanks sama adik2 panitia dan Mas Arvin yang masih percaya sama suara gw yang ngga seberapa ini untuk ikut festival dan konser budaya di Italy. 
Huueeeeeee suenenge reeekkkk..... Dengan segala perjuangan latihan dan pencarian dana akhirnya berangkat juga kami ke Italy selama kurang lebih 10 hari.
Moment ini mungkin bisa terulang mungkin juga ngga bakal terulang lagi dikemudian hari.. maka dari itu seinget-ingetnya gw akan coba memotret hari-hari indah gw bersama the brondongz (sebutan gw buat adik2 agria yang usianya sampai 10 tahun di bawah gw, hehehe) ini.... 
 

Sunday, April 4, 2010

Cinta Putih

Mari kita jaga sebentuk cinta putih
yang telah terbina
Sepenuhnya terjaga pengertian 
antara engkau dan aku
Masihlah panjang
jalan hidup mesti ditempuh
Smoga tak lekang
oleh waktu

Cukup bagiku hadirmu
membawa cinta selalu
Oh.. lewat warna sikap kasihpun
Kau ungkap
tlah terjawab

Jika kau bertanya
sejauh mana cinta membuat bahagia
sepenuhnya trimalah apa adanya
dua beda menyatu
saling mengisi
tanpa pernah mengekang diri
jadikan percaya 
yang utama

Katon Bagaskara

Friday, April 2, 2010

Selasih

Selasih... kau bunga hatiku
Selasih... harumkan jiwaku
Kini dan selalu
Selasih... trimalah puisi
Selasih... dari hati ini
Cinta yang kau beri
laksana kasih surya kepada dunia
hangat dan menyingkap tirai kabut
Menghantar pagi
tuk segarkan daku
Selasih... sampaikan salamku
Selasih.. pada manis jiwamu
Kini dan selalu

Katon Bagaskara

Thursday, February 25, 2010

Angkringan Benhil

Agaiinn.. gw jatuh cinta pada Angkringan... hehehehehehehe...
Nasi kucingnya yang menggoda, sambalnya yang mantap, tempe goreng yang hangat dan sate jeroan yang "berbahaya"... hmmmmmmm...
Satu lagi gw menemukan angkringan ini di Jakarta. Tepatnya di Bendungan Hilir, yang deket2 ke arah pejompongan. Kalau masuk dari Jl. Sudirman, gw akan menemukan angkringan kecil ini di sebelah kiri, setelah salon Evergreen dan BNI. Angkringannya kuecil, ngga seheboh yang di Fatmawati, tapi jadinya berasa kayak di jogja banget. 

Seperti biasa, gw pasti memesan nasi kucing tempe dibandingkan nasi kucing ikan selar, walaupun keduanya uenak-uenak. Trus kadang gw mesti ber capcipcup dulu untuk memilih sate jeroannya, soalnya jenisnya buanyak. Sate usus, ati ampela, jeroan sapi, paru, keong, kulit, ceker ayam, sayap ayam, telor puyuh, hmmmmm sslluuurrppp sllluuurrrppp... berbahayaaaaa....
Gara-gara si sate itu, gw terpaksa nyuekin ayam goreng atau ikan bandeng presto yang juga disuguhin si abang-abang angkringan. Nah, kalau tempe goreng tepung atau tahu goreng tepung sudah pasti jadi salah satu suguhan favorit yang ngga bakal gw tolak. Rasanya lumayan juga kalau sudah di bakar, jadi crunchy crunchy gitu dehhh... Tapi, temen2 gw yang jawanya lebih muedhok dari gw pasti lebih memilih tempe bacem atau tahu bacem bikinan si abang.. Rasanya manis bo.. ga kuat gw...

Sambel. 
Waahhhhhh ini nihh kelebihannya si angkringan benhil. Sambelnya luaarrrr biasaaa.... Enaaakkkkkkkk (empat jempol).... 
Sepertinya, saking favoritnya tuh sambel, si abang angkringan sengaja membuat sambel yang banyak, supaya si pembeli yang gila sambel kayak gw ini bisa terpuaskan. Orgasmic taste.. huehehehehehe.... gw jadi lebayy kalo ngomongin yang pedes2, maap yaa...

Nah kalau soal minumannya, gw ga bisa berkomentar. Secara dimanapun gw berada, gw pasti pesen es teh tawar. Jadi maafkeun, u have to try it n make any comment about it ur self lahh (heuheuheuheu). Cuma yang pasti tehnya itu masih jakarta banget. Mantapnya teh jogja yang ber merk Tjatoet, dimasak pake arang dan disuguhi pake gula batu, blom akan lo temuin di sini. But, u should try susu jahe nya.. nampaknya enak kali pun..

Satu lagi pesen gw. Hati-hati.. pasti kelewatann... jadi, mulai masuk Benhil, lo mesti nengok kiri terus.

Enjoy...

Wednesday, February 3, 2010

Kangen

Kangen nulis lagi...

Ajak gw wisata kuliner dooonnngggg

Tuesday, September 1, 2009

Le Seminyak - Pacific Place

a very best friend of mine, a famous writer Ika Natassa, berbaik hati membantu gw membuatkan review kuliner sebuah resto yang bikin gw penasaran banget di Pacific Place., Le Seminyak. Omigodd, gw merasa seperti kejatuhan duren, blog gw disamperin orang terkenal boooo. Thx berat ya Ka... Bikin gw tambah ngilerrr nihh pengen ke sana... Begini ceritanya :

Nina belum pernah ikutan buka di sini, jadi gw mau numpang review secara so far ini adalah restoran favorit gw dalam hal berbuka puasa. Did it twice, sekali buka puasa sekalian reunian dengan segelintir long-time best friends, salah satunya sedang numpang lewat mengunjungi keluarganya setelah lama menetap di washington (dan gw baru ketemu lagi sekali itu setelah hampir 10 tahun!). Sekali lagi bareng anak2 kantor. Kok jadi cerita ini ya hehehe.

Alasan pertama memilih Le Seminyak adalah lokasi – Pacific Place letaknya hanya selemparan batu dari kantor gw, jadi sangat convenient. Kedua: menurut gw kalau buka puasa itu wajib menu Indonesia (which is why I’m kissing Potato Head dan Y&Y goodbye selama bulan Ramadhan), dan satu-satunya resto Indonesia yang lumayan di PP ya Le Seminyak ini. Ada resto Sunda (lupa namanya) di B1 tapi kurang gimana gitu, mending Bumbu Desa kemana-mana (nggak tahu kenapa tapi sejak pindah kesini gw jadi addicted to Bumbu Desa haha).

Okay, let’s talk about the atmosphere. Pas pertama masuk kayaknya kecil banget, beda-beda tipis sama Pancious yang pas di sebelah, tapi ternyata ruangan di dalam lumayan gede. Dan yang paling gw suka itu meja yang city view. So etheral to have traditional Balinese food with skyscrappers staring at your face. Cocok banget untuk long casual dinner with friends. Kabarnya, Le Seminyak ini dikonsepkan dengan tema fusion antara Balinese traditional food dan European fine dining.

Maaf gw bukan pemakan bebek (jadi jangan tanya rasa bebek Betutu-nya gimana) atau daging merah, jadi review di sini murni untuk menu-menu yang sempat gw nikmatin (dan ketagihan), di antaranya:
  1. Cumi megoreng – balutan tepung crispy dengan kejutan daging cumi putih yang empuk di dalam benar-benar memanjakan lidah di awal menu.
  2. Sambal matah – di sini sambal matahnya di jual per porsi, dan rasa bawang dan pedasnya itu pas banget di lidah. Untuk seseorang yang nggak tahan pedas, sambal matahnya cukup bersahabat di lidah gw.
  3. Sate lilit – baik yang ikan maupun yang ayam rasanya dahsyat, gurih. Gw ingat waktu itu kita seorang bisa ngabisin sampai 4 sate lilit hehehe (maklum laper abis buka)
  4. Udang kelapa gurih
  5. Gurame terbang – rasanya kurang lebih sama dengan gurame gorengnya Cemara (buat penggemar seafoodd di Medan pasti hapal tempat ini)
  6. Ikan bakar Jimbaran – need I say more?
  7. Cumi bakar – aromanya menggoda banget dan sama sekali nggak alot digigit
  8. Selain menu ala carte di atas, Le Seminyak juga menghidangkan nasi campur Bali (ada sekitar 5 jenis hidangan nasi sejenis ini, dan lupa semua gw namanya hahaha). Tapi gw paling suka satu hidangan nasi kuning + sambal matah + sate cumi + ayam bakar Bali.
  9. Buat dessert, karena waktu itu gw sedang flu berat dan menghindari segala sesuatu yang dingin2, gw memilih yang namanya Bubur Injin, itu tuh semacam kolak yang isinya pisang bakar. Anget2 nyenengin.

Buat rasa, Le Seminyak belum ada duanya. Setelah gw google2 siapa chef-nya, ternyata si Nyoman Lother Arsana, ahli kuliner Bali, mantan chef Grand Hyatt Bali, dan juga penulis buku The Food of Bali: Authentic Recipes from the Island of the Gods. Pantes enak. Tapi price can’t lie kali ya? Untuk dinner ber 5, waktu itu kita habis lebih dari 600 ribu.

Anyway, kalo gw sih, mau diajak buka di sini 5 kali seminggu juga nggak nolak hehe. Ada yang mau nraktir, barangkali?



Thursday, August 27, 2009

Seafood 68 - Santa

Buka puasa kali ini gw memuaskan lapar di Seafood 68, Santa. Tempatnya di dekat BCA Santa di sebelah kiri jalan. Tempatnya mah biasa banget, cuma 1 ruko plus lapak di depannya seperti warung2 seafood yang kita liat dimana2. Tapi jangan salah... ini salah satu warung seafood favorite gw 5 tahun terakhir ini. Tempatnya rame banget.. klo kesana pasti gw ngantri dulu. Sebenernya menu yang ditawarkan adalah yang biasa disajikan di seafood2 di sepanjang jalan, tapi bumbunya lebih pas disini, enak di lidah dan nggak pake eneg, nggak terlalu lama nunggu makanan datang, porsinya pas dan rasanya yummmy, semuanya pas di lidah gw.
Lets check the menu:
  • Kepiting. Pilihannya ada kepiting telur atau kepiting biasa di bumbu saus padang, saus tiram, asam manis dan goreng mentega. Kepitingnya enak lhooo... ngga terlalu besar sehingga klo pesen 1 porsi buat ber2 lo ngga kekenyangan. Gw saranin pesen kepiting campur, biar bisa nyobain kepiting telur plus yang biasa.
  • Ikan bakar. Pilihannya ada ikan kue, bawal, dan.. aduh lupa gw. Ikan bakar disini enak, karena ngga biasanya. Biasanya klo kita pesen ikan bakar kan ikannya dicelup di bumbu apa gitu sehingga rasanya agak2 manis. Nahh klo ikan bakar disini, lo bisa ngerasain rasa daging ikan aslinya, karena ikan ini cuma di celup di air garam pake jeruk nipis trus di bakar sebentar, ngga pake gosong. Jadi rasa asli daging ikannya bisa lo rasain, dan rasa ikannya segar, asin2 asam gitu.
  • Udang. Pilihannya ada udang bakar, goreng, saus padang, saus tiram. Hmmmm gw suka udang saus padang dan udang bakarnya. Porsinya pas, rasanya uennaakk dan udangnya lumayan gede lhooo...
  • Cumi. Sama aja lo bisa pilih di saus padang, goreng tepung, goreng mentega, saus tiram. Cuminya di potong besar dan disajikan pake sambel yang pedes enaaakkk... Tp porsinya kecil euy, karena enak terpaksalah gw nambahh..
  • Kerang ijo. Bumbunya sama aja, tapi gw paling suka kerang ijo di goreng kering biasa (digoreng sama cangkangnya sekalian) karena kerangnya jadi kretes-kretes (crunchy gitu) dan dimakan pake sambel. Selain itu kerang saus tiramnya pun enak juga.
  • Kerang dara. Dimakan pake sambel khusus untuk kerang dara. Enaknya dipesen duluan dan dimakan sebelum makanan lain datang. Ngga enaknya lo jadi kekenyangan duluan, abis enak jadi keterusan deh makannya.
  • Sayurannya yang biasa gw pesen adalah sayur tumis kangkung polos. Hmmm kangkungnya masih segar karena ngga dimasak sampe layu. Udah gitu bumbu tumisannya pas, karena ngga dibikin neko2. Cukup garam, bawang putih dan cabai sehingga rasa asli kangkungnya bisa berasa.
  • Minumannya standar, ada soft drink dan teh, selain itu ada juga es jeruk yang cukup enak. Gw rasa kalau minuman disini juaranya adalah es jeruk itu.
Over all gw suka makan disini karena rasa makanannya yang pas, lebih banyak membiarkan rasa asli lauk pauknya lebih dominan ketimbang bumbunya. Tempatnya rame, pegawai berpakaian batiknya helpful, walaupun jangan harap bisa dapet atensi lebih klo pas tempatnya lagi rame banget, sibuk banget deh pegawai2 itu. Selain itu hati2 klo pas kesana ada yang lagi ngamen dengan suara yang super kenceng.. Bagus sihhh suaranya tapi booo nelen toa yyaa? gw jadi mesti tabah2 mendengarkannya. Untunglah pas hari ini gw kesana si penyanyi warung itu sedang cuti.. Alhamdulillahh.....
So... cobs lahh kelen datang n nikmati tempat favorit gw itu.. hehehehehehe

Wednesday, August 26, 2009

Warung Ngalam - Jawa Timuran

Cari makanan rumahan yang menunya Jawa Timuran? Cobain deh nongkrong di Warung Ngalam. Letaknya di Wahid Hasyim, dipelataran parkir tempat massage Bersih Sehat. Kalau masuk ke Jl Wahid Hasyim dari samping Sarinah, lo tinggal lurus aja, letaknya di sebelah kiri beberapa rumah dari Hotel Arcadia, Ibis. Warung ini udah pernah dapat penghargaan di bazaar2 dan perkumpulan warung makan gaul lainnya. Tempatnya lucu sih, sederhana tp di desain dgn cukup niat. Sekilas mirip restoran jepang tp pas bagian bar nya aja.
Nahhh, menu makanan yang disediakan diantaranya adalah:
  • Nasi putih, bisa nambah sepuasnya dan gratis nambahnya
  • Iga Bakar
  • Sop buntut
  • Sop ayam
  • Rawon, kata si Tofan rawonnya enak dan pass banget
  • Ayam goreng dan bebek goreng
  • Ikan mujair goreng, rasanya sederhana banget, seperti bikinan mama di rumah. Ikannya cuma di rendam dalam garam dan bawang putih trus di goreng. Jadi rasanya tidak terlalu asin. Tapi sambelnya uenak, jadi melengkapi rasa ikan mujairnya
  • Bawal bakar
  • Tempe-tahu
  • Tempe penyet
  • sayur lodeh
  • telur goreng
  • tahu telor
  • omelet
  • dan menu bodo2 enak lainnya
Kelebihan tempat makan ini, makanannya di masak dengan bumbu yang sederhana, nggak neko2, seperti masakan orang rumah. Buat kita2 yang kadang bosen makan sesuatu yang 'wah', warung Ngalam ini bisa jadi alternatif untuk makan makanan bodo2. Kayak sekarang ini lah, selain gw, Ika, Neddi n Tofan, di ujung sana ada bule n pasangannya, trus tadi ada sekumpulan bapak2 pulang kantor makan dulu di Warung Ngalam ini. Tempatnya outdoor jadi lo bisa makan sambil mandangin mobil2 yang lagi bermacet ria.
Kelebihan selanjutnya adalah MURRAAHHHH...Gw n anak2 memesan 4 nasi, 1 rawon, 1 ikan mujair, 1 ikan bawal bakar, 3 tempe goreng, 1 perkedel, 1 sayur lodeh, 1 telur dadar, 1 ayam goreng, 2 es teh tawar, 1 teh botol, 1 teh manis, 1 teh botol lagi (mereknya beda tp gw lupa), 2 emping, 2 kerupuk kampung, 1 kerupuk lagi habisnya Rp. 130.000,- kueeennnyyaangggg......

Monday, August 24, 2009

Rimini, Italia

Rimini merupakan City of Art yang terletak di pantai timur Provinsi Emilia Romagna, Italia. Kota ini terkenal dengan surganya pantai di tepi Laut Adriatic yang memiliki resort tepi pantai yang paling populer di Italia, wisata pantai yang indah juga Aquafan Waterpark yang merupakan salah satu waterpark terbesar di Eropa yang didalamnya terdapat rafting adventure dan thrillingly steep waterslides. Kota yang indah untuk leyeh-leyeh menikmati matahari, pasir pantai, historical place (museum, monument, temple dll) dan ajep2 di malam hari (really, di Rimini ada hampir 100 tempat clubbing).
Tempat2 yang musti gw datengin nanti adalah :
  • The Augustus Arch, a Roman arch built to celebrate the Roman emperor
  • The Tiberius Bridge, the Roman bridge yang menandakan awal dari the Aemiian Way
  • The Domus of the Surgeon an impressive archeological area yang mendokumentasikan sejarah Rimini pada abad ke 20
  • Pantai, yang rapi, bersih, teratur, dengan sedikit pasir pantai dan cahaya matahari untuk berjemur
  • Acara apapun yang diumumin di sana seperti Symphony orchestra di the Malatesta Castle, Fellini retrospective di bioskop, Sculpture and paintings di musium, theatre in the hills, puppets in the square, magicians and conjurors from China and so on and so on..
Gimana caranya kesana? Gampang banget.. bisa pake mobil, bus, kereta, atau pesawat charter an dari Rome dan Milan. Jaraknya adalah sekitar 2 jam dari Venice dan 3 jam dari Rome by car. Masalahnya adalah gimana caranya terbang ke Italia dulu, baru pikirin cara ke Rimini, hehehehehe...
Just check www.riminichoral.it. Thats why gw nulis2 tentang Rimini, Italia. Wuiihhhh, a beautiful place to enjoy holiday. Buutttt, PSM IPB Agriaswara nggak kesana buat liburan thok. Ada komposisi indah namun mematikan dari komposer dunia dan jagoan Indonesia yang mesti kami bawakan di kompetisi tsb dan targetnya membuat dunia terpukau, bahwa Indonesia ngga cuma jagoan bikin bom lhoo. Daannnnn, gw mesti belajar. Blajar... blajar... lalalalalalalala..


Sunday, August 23, 2009

Part 1 - RM Meutia, Benhil

Menutup hari ke 2 puasa gw, gw berjalan2 di Pasar Benhil. Wuiihhhh, emang rame banget karena pasar Benhil kalau bulan puasa begini ada bazaar yang isinya makanan semua. Ada macam2 makanan buka puasa seperti es buah, es blewah, dan tajil lainnya. Selain itu banyak juga camilan seperti mpek-mpek, gorengan, lupis dll. Makanan beratnya pun bermacam2 ada masakan padang, ikan bakar (yang ikan bakar ini lo mesti beli jauuuh sebelum saat berbuka, krn jam stg 6 aja udah abis bo), bebek goreng, ayam bakar, dan lainnya. Tempatnya rame banget, dan karena begitu banyaknya makanan yang dijual, nggak sadar elo pasti akan menelan ludah "Glek! ini enak.. itu enak.. gw mau ini.. trus itu,..adduuhhh yang itu dibeli juga nggak yaaa?" Bahayaaa dehhh. Gw aja kepikiran untuk makan bubur ayam sekaligus nasi padang. Hwaaa....
Nah masalahnya kalau kita belanja buka puasaaan di Benhil, makanannya cuma bisa dibungkus n dibawa pulang. Itulah sebabnya kenapa Gw, Tofan n Adit memilih untuk makan di tempat lain. Daannn..... Gw inget ada tempat makan favorite gw, Masakan Aceh terenak di Jakarta.
Rumah Makan Meutia, spesialis masakan Aceh, terletak di Bendungan Hilir. Masuk aja ke arah pasar Benhil dan di seberangnya elo akan liat RM Meutia disamping toko elektronik. Rumah makan ini emang terkenal banget. Kalo elo google tempat makan masakan Aceh pasti akan muncul RM Meutia ini. Tempat makannya berada di ruko 2 lantai yang bernuansa aceh dan modern. Ada lukisan2 Aceh, kursi kayu, beberapa pajangan dari Aceh dan kain2 songket dari Aceh. Tapi ada juga LCD TV yg ada Indovisionnya, jadi kita bisa makan sambil nonton.
Nahhh, makanan disini disajikan seperti restoran Padang, disajikan semua di meja, plus kita bisa memesan beberapa makanan lainnya. Menunya spesialnya adalah:
  • Mie Aceh : ada Mie kepiting, mie udang dan mie cumi. Mienya khusus mie aceh yang besar2 itu, dikasih bumbu pedas khas aceh dan disajikan bersama kepiting 1 ekor atau cumi dan udang. Porsinya besaarrr dan rasanya yummy.
  • Ayam Tangkap/Ayam Tsunami/Ayam Sampah : apapun nama ayamnya, ini adalah masakan khas Aceh yang terkenal. Ayam goreng yang dipotong kecil2 digoreng bersama daun jeruk, daun pisang dan mungkin daun ganja. Dibilang ayam Tsunami/ ayam sampah karena si ayam disajikan bersama daun2 yang berantakan sehingga mirip sebuah lokasi yg hancur lebur terkena badai. Kalau di Aceh sendiri dinamakan ayam tangkap karena ayamnya baru dimasak ketika ada yang pesan. Begitu kita bilang "pesan ayam tangkap 1" si koki langsung mengejar2 ayam itu, menyembelihnya dan di masukin ke air mendidih untuk merontokkan bulunya. Lalu si ayam dipotong kecil2 dalam keadaan setengah matang dan digoreng dalam tumisan bumbu khas Aceh yang ada kecapnya juga, beserta daun2 itu. Ayam tangkap yang di Aceh memang spesial banget, wanginya pun membuat air liur menetes dan kita bisa makan tanpa henti. Si ayam ini tidak terlalu empuk, sehingga ketika kita makan sama tulangnya akan berbunyi kretes-kretes. pedes2 gimana gitu. Nahhh ayam tsunami yang di Meutia ini emang masih jauh dari kesempurnaan rasa ayam tangkap yang di Aceh. Tp tetap enak dan kira2 bisa mewakili 50% rasa ayam tangkap yang di Aceh itu.
  • Ikan kayu : ikan tongkol yang di suwir2 dan di santan ini rasanya special karena rasanya seperti opor ikan pedas. Khas aceh karena emang cuma disediain di restoran Aceh atau Medan.
  • Ikan Teri Medan dimasak seperti ikan kayu yang di santan kental dan pedas. Selain itu ada juga ayam dan bebek yang dimasak dengan bumbu yang sama.
  • Sayur2an yang di santan, sayur asem dan terong pedas jadi pilihan untuk sayur mayur gw
  • dan makanan lainnya yang persis seperti makanan padang
  • Untuk minumannya yang special adalah Teh Tarik yang disajikan dengan taburan kayu manis dan 1 batang kayu manis yang berfungsi sebagai hiasan dan pengaduk teh. Hati2, jangan sampe kayak gw, menyangka itu sedotan, karena rasanya hmmmm manis n ngga enak. Tp teh tariknya sendiri mah enakk, asal jangan lupa kayu manisnya lo singkirin dulu.
Over all makan di RM Meutia ini menambah perbendaharaan rasa di lidah gw, karena masakan Aceh itu punya bumbu masak yang unik, enak, pedas tapi nggak eneg. Dari segi rasa enak, dari segi harga juga best value. Gw rekomendasikan tempat ini buat kongkow2 ama keluarga dan temen2, dan khusus untuk buka puasa, datanglah minimal 20 menit sebelum waktu berbuka, karena rame banget bo... Pls try n enjoy the taste of their food.


Saturday, August 22, 2009

Jakarta - a yummy place buat bukaan

Udah hampir setahun gw kembali ke Jakarta. Tahun lalu di bulan puasa gw nulis review tempat bebuka puasa di Medan yang gw dan teman2 gw datengi. Dan sekarang, tangan n lidah gw gatel ingin mencoba tempat2 yang yummy buat buka puasa di Jakarta... n guess what.. kok ya daftar teman2 yang buka bareng gw sama... means, mereka juga telah pindah ke jakarta. Yukkkk coba-coba makanan dimana2....

Sunday, August 16, 2009

Tak Ingin Kuberalih - Kla Project

hujan basahi pagi
dingin menemani
dan masih ku di sini berharap menanti
semenjak kau pergi
menyisakan duka ini
separuh ruang hari
kini terasa hampa tak berarti
hanya engkaulah yang mampu mengisi

kudambakan kasihmu
kurindukan hadirmu
yang hadir membasuh pedih
sungguh kau tak terganti
bilakah kau kembali?
tak ingin hatiku beralih

meski banyak bunga lain
mencoba cerahkan hati
namun kenanganku akan dirimu
yang slalu memanggil bahagiaku

Friday, August 14, 2009

Bumbu Desa - Nice Place untuk Ulang Tahun an

Kemarin,semalam, Gw nyobain makan di Bumbu Desa, Senopati dalam rangka traktiran ulang tahunnya si Refi n Ria. Resto ini letaknya tepat di pinggir jalan, strategis lah diantara tempat makan lainnya di Senopati dan termasuk tempat2 makan yang selalu ramai. Hmmm enak nggak ya makanannya?
Pas gw masuk Bumbu Desa, disambut "Wilujeng Sumpiiingggg" sama waiter dan waitressnya. Ooohhh tempat makan Sunda thooo... Trus gw dipersilahkan untuk memilih sendiri makanannya. nahhh menu yang berserak di meja adalah sbb:
  • Lauk untuk digorengnya tinggal dipilih mau ikan gurame, udang, sotong, ayam, paru, babat, usus, iso tinggal dipilih untuk di gorengin si mbak. Klo gw milih iso dan paru, karena emang kesukaan gw n pas dicoba..enak woy.. bumbunya meresap jadi setelah digoreng tambah berasa bumbunya, n asinnya pas juga. Sayang hasil gorengannya terlalu berminyak, mungkin blm tlalu lama ditiriskan dulu di penggorengan, jadi untuk orang2 yang lagi diet kadang mikir2 dulu untuk mengganyang jeroan goreng ini.
  • pendamping gorengan berat, lo tinggal milih mau tempe atau tahu goreng, tempe tepung, atau tempe atau tahu bacem. Gw rekomendasikan tempe tepung, yang bumbunya enak dan garing atau tempe goreng yang dimasak sederhana banget, cuma pakai garam n enak kalau dimakan panas2.
  • Sayurannya ada sayur asam, sayur paria, oseng tempe, n lalapan. tinggal pilih dehhh... Rasanya std, cukup enak dan nggak nyusahin
  • selain itu juga bisaa dipilih ikan baby mujair atau ikan baby apa ya namanya yang kayak ikan wader. Digoreng garing dan makannya bisa dicuil2 pake sambel
  • nahhh yang paling juara adalah sambel goreng nya. puedesssss desss dessss desss.... mantap kali ahhh... uenak tenaann... rasa lauk pauk nya jadi sempurna kalo dimakan pake sambel ini. Selain sambel goreng sebenernya ada juga sambel oncom, tapi gw nggak tau rasanya gimana krn nggak gw cobain.
  • Nasinya ada 2 pilihan, mau nasi putih atau nasi merah, disajikan di atas bakul, seperti kalau kita mau makan di sawah itu lhooo..
  • Nah minumnya juga tinggal pilih, mau teh panas, teh manis, es teh, es jeruk kelapa susu, atau lainnya
Dari segi rasa, makanan di bumbu desa ini cocok buat lidah gw.. rasanya sederhana, pas n nggak neko2. Ditambah sambelnya maka habislah sudah nasi sebakul n lupa lah gw ama segala doa doa diet gw. Trusss yang istimewanya lagi adalah cara team Bumbu Desa ngucapin selamat ulang tahun ke temen2 gw. Cake yang di letakkan di wadah nasi kuning dan team dungtekdungtek dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun sambil membunyikan Aqua galon, panci, penggorengan etc n berjoget2. hhehehehe mama aku mau ulang tahun di situuu....
Over all... ini tempat makan yang lucu, n gw bakal balik lagi ke sini.

Thursday, August 13, 2009

Angkringan - Fatmawati

Can't imagine before kalau gw bisa makan angkringan di Jakarta. Gw kangen banget makan di angkringan. Remang-remang, makan nasi secuil pakai tempe oseng pedes, tambah sate usus, tempe goreng dan kepala ayam. Minumnya teh Tjatoet panas yang dimasak pakai arang. Hmmmm..yummy..
Waduh kangen Jogja nih. Kapan ya bisa ke sana lagi. Hmmm... ntahlah.
Nahhh..ndilalah sekonyong-konyong si Tofan ama Adit ngajakin gw makan angkringan. Di Jakarta? Iya sih gw pernah dengar katanya di Fatmawati ada angkringan yang enak. Tapi masa sih bisa ngalahin enaknya angkringan di Jogja?
Ngebutlah gw dari acara latihan di Bogor pake Pakuan Express. Partitur..good bye dulu, segeralah gw menyusul Ika, Refi n Mbok Sul n then bergabung bersama Tofan n Adit.
Ternyata boo..beneran ada Angkringan di Fatmawati. Tepatnya deket2 ITC Fatmawati lewat dikit dan letaknya ada di sebelah kanan, berseberangan sama si ITC. Angkringan ini bukanya malam2 (sama kayak angkringan aslinya) n berada di trotoar pertokoan. Ruameenyaaaa.... banyak juga lho yang datang lesehan di sini. Dan teteup ada nuansa remang-remangnya.
Nah menunya pun sama dengan yang di Jogja. Pembedanya lauk pauk di sini lebih banyak dan bisa di bakar juga.
  • Nasinya ada 2 jenis. Ada yang pake oseng tempe pedes dan ada juga yang pake ikan selar n sambel. Gw lebih suka yang pake oseng tempe, karena rasanya lebih pas. Pedesnya itu pas banget, karena nggak terlalu asin dan agak manis dikit. Khas jawa lah. Sampe daun pisangnya gw jilat2 saking enaknya tuh sambel tempe. Nah kalo yang isi ikan selar, sambelnya kurang pas. Terlalu std lah. Tapi cocok juga untuk yang ngga begitu suka pedes.
  • Bermacam sate bisa dipilih. Sate usus, ampela, paru, babat..persis seperti di tukang bubur ayam..uenak uenak rasanya
  • Goreng-gorengannya pun nggak kalah, ada tempe tepung, tahu, tempe n tahu bacem, martabak. Oiya martabaknya enak lho..nggak tau tuh si Ika makan berapa biji.
  • trus ada Ayam goreng, yang sayangnya nggak ada kepala ayam. Padahal keunikan Angkringan kan karena kepala ayam dihalalkan di sini untuk dimakan bareng2 tanpa malu2 didepan orang2. Gw nggak nyobain ayamnya karena sebenernya kalo makan di angkringan yang paling asik ya sate jeroan n goreng2annya.
  • Minumannya ada beragam jenis, mulai dari es jeruk, teh manis, teh susu (ntah lah apa namanya dalam bahasa jawa). Rasanya lumayan enak, walaupun belum menyamai aslinya disono. Tapi kata mbok sul tehnya udah termasuk teh yang paling enak di Jakarta. Diluar teh Tong Tji ke sukaannya ya.
Nahhh.. yang paling woke adalah, walaupun kami ber 6 udah makan dengan bernapsu dan segila2nya.. Booo abisnya nggak nyampe 100ribu. Ya ampyuunnn hare gene di Jakarta..blessing banget dehhhh.... Dan langsunglah gw quote..tempat makan terenak yang pasti akan kudatangi terus... Yummyyyy....
Ah sudahlah dulu. Menyesal gw nulis beginian pas lagi laper. Guys.. datanglah ke tempat ini. Trus makannya menghadap ke arah ruko2nya ya, biar lupa kalo lo lagi makan di Jakarta. huihuihuihuihui....

Friday, December 19, 2008

Mbah Jingkrak - Njawa Mbuener

Rasanya susah bener ngelupain betapa nikmatnya leyeh-leyeh di pinggir kolam renang dengan bunyi aliran air, melihat2 lampu2 berkelap-kelip diantara dedaunan sambil memandangi perahu mainan yang bergerak pelan-pelan di kolam renang. Apalagi sayup-sayup terdengar lantunan gending jawa yang berdendang riang menemani makan malam yang njawa mbuener.
Baru duduk, segelas jamu beras kencur disuguhkan di meja gw.. rasanya.. hmmm, jamu, tapi lebih enak sih dari pada jamu2 gendong, atau jamu di pinggir jalan yang waktu kecil sering gw cobain. Cuma emang lucu juga. Dmana2 baru kali ini gw disuguhin welcome drink jamu!
Ok, lebih dari 5 kali gw ke Mbah Jingkrak ini, yang gw paling suka:
  1. Mie Godhog : walopun porsinya nggak jumbo untuk ukuran cowok, tapi rasanya enak dan seger. Walopun jgn dulu dibandingin ama Mie Godhog di Jogja yang mereknya Mbah Mo atau Pak Tris yang ada di Bantul. Tp cukup mengobati kangen akan per mie godhogan kok.
  2. Sayur tempe Jingkrak : Nahh ini rasanya uenak, pedess, n seger. Sayur tempe ini kayak sayur cabe hijau yang di Wonosari. Bedanya klo di wonosari cabenya pake cabe hijau, jadi nggak sepedes sayur tempe jingkrak yang pake cabe merah yang segede2 gaban itu. Cuma campuran lainnya sama aja yaitu tempe, dan kuah santan encer.
  3. Ayam setan : rasanya emang kayak setan.. pedes euy, tapi seger kok makannya. Ayam rebus ini dibumbu cabe yang diuleg bersama bumbu2 dapur lainnya (yang gw nggak tau itu apa).
  4. Sayur pare : crunchy-crunchy gitu deh, jadi si pare di tumis cuma pake bumbu sederhana dan sedikit minyak juga ditumisnya sebentar, jadi rasa asli parenya masih terasa segar. Enaknya pare ini rasanya nggak pahit, mungkin sudah direndam terlebih dahulu di air garam. 
  5. Nasi merah : haha mana lagi tempat makan yang nyediain nasi beras merah. berasa sehat dehh
  6. Es teh manis/tawar : rasa teh nya enak.
  7. Es kelapa campur jeruk, selasih dan apapun itu yang namanya lucu2 ada es jujur, es judeg dll. Rasanya menyegarkan.
  8. dll
Over all, gw merasa makan di mbah jingkrak ini menyenangkan. Tempatnya nyaman, baik disiang hari maupun malam (paling enak makan malam2 dehh), menu makanannya beragam, sehat, dan rasanya segar dan pastinya nggak high colesterol deh, berasa kayak makan di rumah.

Coba deh dateng ke Mbah Jingkrak yang di Setiabudi. Hati2 sekarang udah mulai rame banget tuh tempat, walo baru pindah. 

Wednesday, December 10, 2008

Old Friends... New Friends..

Nggak percaya rasanya..

Tadi tuh gw ketemuan ama Pipink, temen paduan suara gw, adik kelas dikuliahan, sahabat se kosan gw. Udah lama banget gw nggak ngobrol ama dia. Padahal dulu tuh senang, susah, gila bareng2 di kos an n di paduan suara. Hmmmm.. kadang rasanya kangen banget ama kehidupan yang dulu2 itu. Semua yang gw lakukan rasanya emang hal2 yang gw inginkan.
Eh ya dan yang asiknya juga, gw ketemuan ama Pipink, barengan ama Refi juga, temen kantor, temen kos an, n sohib dari waktu sama2 di Medan. Weleh2 kebayang deh, masa lalu n masa sekarang ketemu bareng2, tapi tetep nyambung. Bahagia banget nggak sih..
Tapi ada yang paling asik lagi.. Pas mau pulang gw ketemu ama temen SMA gw, si Alma. Temen cheerleaders, suka nongkrong bareng di kamarnya, temen sepertomboy-an... Ya ampuunnn, kangen banget nggak sih, udah lama banget nggak ketemu ama dia.

Saat2 kayak gini, rasanya gw berterimakasih banget ama Jakarta, sama Mal2 yang ada di Jakarta, yang bikin kita ketemu hal2, orang2 yang tidak dibayangkan akan ketemu lagi. Apalagi dihari2 yang mustahil kayak gini, saat kerja kayaknya udah menghabiskan 2/3 hidup gw..

Wahhhhh jadi kangen... Erni, Vitrya, Ajeng, temen2 SD gw... Sofi, Bayu, Norman, temen2 SMP gw... Winnie, Reza n temen2 cheers gw di SMA, temen2 teater gw di SMA.. Apa kabar Kak Andri pengajar teater gw... Apa kabar Agriaswara, Mas Arvin, Hendra, Erwin, Mbak Ingrid.. IAAS.. temen2 kampus gw, Riska, Aida, Diah, Wien.. Anak2 Twilite Chorus, Tia, Yoan, Dosma, Leon... Wooii Agame yang masih di Medan... Ika, Adit, Anak2 Procomm, Bang Indra, Pak Mahdi.. I Miss U all... Smoga kita bisa ketemu lagi yaa...